Kamis, 23 Februari 2012

KUMPULAN-KUMPULAN PUISI

KEMANAKAH TIANG KEDAMAIAN
Haruskah kami tulis beribu surat?
Yang berisi bait keluhan kami
Kami bukan boneka yang dimainkan sembarang dalang tak berarti
Kami suara-suara yang makan tiwul dilumbung padi sendiri
Beribu sungut berpidato
Tentang apa yang terjadi ditanah suci bumi pertiwi
Mereka,para bajingan kolot....
Tangan-tangannya yang kotor meraung bak singa lapar
Apa yang telah mereka lakukan?
Keruh ruang kekosongan
Masalah satu pelik rawutan benang hitam
Dimanakah ujungnya?
Dicari seribu kaki seribu tangan
terselip dijagat keserakahan


TANGISAN BATIN
Rintihan roda lapar
Nyaring diterompet usang
Tergeletak dipapan catur
Bingung,sang prajurit melangkah
Pedang tombak tiada guna ditangan
Tangan darah menengadah
Meminta pisau panas menusuk lawan
Bisu tuli tiada suara
Sebilah akar menjadi senjata
Bersimbah satu harapan menuju satu kebahagian

Luka
Meski berat kupikul tanggung
Dibawa secarik kertas
Torehan cacing-cacing liar, hitam!
Aku adalah diriku sendiri
Tiada mesin yang harus disesuaikan
Aku!!!
Bukan sebuah angka tulisan
Haruskah?
Aku berlari untuk seonggok bibir tak berucap
Untuk papan nama masa depan
Utuh dalam kekosongan
Tak ada memori yang tersimpan
Hanya deretan secuil huruf!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar